Sabtu, 13 September 2014

ASPEK-ASPEK FILOSOFI TENTANG KORELASI IMAN DAN MENCARI HARTA


ASPEK-ASPEK FILOSOFI
TENTANG KORELASI IMAN DAN MENCARI HARTA

Nara Sumber : Ade Setiawan, S.H.I.[1]


Pendahuluan

Sejak manusia lahir ke dunia sudah memerlukan materi (harta) sebagai bekal hidup, karena manusia perlu makan, pakaian, dan papan (rumah tempat berlindung), pada zaman lampau tututan hidup manusia tidaklah sebanyak sekarang ini, sekarang ini banyak orang yang tergoda melihat berbagai hasil teknologi moderen dan ingin pula memilikinya, bahkan karena pengaruh lingkungan banyak orang yang memaksakan dirinya untuk mendapatkannya, walaupun pada hakikatnya belum dapat terjangkau.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa manusia memang ingin memiliki harta supaya keperluannya terpenuhi, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 14. Semua keinginan manusia yang disebutkan pada ayat tersebut adalah sesuatu yang wajar, karena demikianlah kecendrungan hati manusia.

Di dalam agama Islam tidak ada suatu pembatasan untuk memiliki harta dan tidak ada larangan untuk mencari karunia Allah sebanyak-banyaknya asal jelas penyaluran dn pemanfaatannya. Sebab sebenarnya Allah secara langsung atau tidak memerintahkan hamba-hamba-Nya ini menjadi orang yang berada (kaya).

Sebab bagaimana mungkin manusia diperintahkan membayar zakat tanpa adanya harta, bagaimana mungkin manusia malaksanakan ibadah haji tanpa adanya dana yang lumayan besar, dan bagaimana mungkin manusia membnagun masjid, sekolah, rumah sakit, dan sarana-sarana lainnya tanpa adanya dana yang diperlukan dalam jumlah yang amat besar.

Silahkan unduh file aslinya disini (mediafire) :
Passwordnya: aqsocomp.blogspot.com
Tunggu 5 detik, trus klik skip add

Terima kasih sudah berkunjung :)


[1] Dosen Institut Agama Islam Negeri (Iain) Raden Intan Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar