ASPEK-ASPEK FILOSOFI
TENTANG KORELASI IMAN DAN MENCARI HARTA
Nara Sumber : Ade Setiawan, S.H.I.[1]
Pendahuluan
Sejak manusia
lahir ke dunia sudah memerlukan materi (harta) sebagai bekal hidup, karena
manusia perlu makan, pakaian, dan papan (rumah tempat berlindung), pada zaman
lampau tututan hidup manusia tidaklah sebanyak sekarang ini, sekarang ini
banyak orang yang tergoda melihat berbagai hasil teknologi moderen dan ingin
pula memilikinya, bahkan karena pengaruh lingkungan banyak orang yang
memaksakan dirinya untuk mendapatkannya, walaupun pada hakikatnya belum dapat
terjangkau.
Tidak dapat
dipungkiri, bahwa manusia memang ingin memiliki harta supaya keperluannya
terpenuhi, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 14.
Semua keinginan manusia yang disebutkan pada ayat tersebut adalah sesuatu yang
wajar, karena demikianlah kecendrungan hati manusia.
Di dalam agama Islam
tidak ada suatu pembatasan untuk memiliki harta dan tidak ada larangan untuk
mencari karunia Allah sebanyak-banyaknya asal jelas penyaluran dn
pemanfaatannya. Sebab sebenarnya Allah secara langsung atau tidak memerintahkan
hamba-hamba-Nya ini menjadi orang yang berada (kaya).
Sebab bagaimana
mungkin manusia diperintahkan membayar zakat tanpa adanya harta, bagaimana
mungkin manusia malaksanakan ibadah haji tanpa adanya dana yang lumayan besar,
dan bagaimana mungkin manusia membnagun masjid, sekolah, rumah sakit, dan
sarana-sarana lainnya tanpa adanya dana yang diperlukan dalam jumlah yang amat
besar.
Silahkan unduh file aslinya disini (mediafire) :
Passwordnya: aqsocomp.blogspot.com
Tunggu 5 detik, trus klik skip add
Terima kasih sudah berkunjung :)
Passwordnya: aqsocomp.blogspot.com
Tunggu 5 detik, trus klik skip add
Terima kasih sudah berkunjung :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar